IRC NHK Honda Kejurda Balap Motor 2016 – Seri 4

Ketum IMI Jatim bersama Dandim 0806 dan Wabup Trenggalek di podium MP2

IMI Jatim – Trenggalek,  Seri kejuaraan daerah balap motor garapan IMI Jatim yang bertajuk IRC NHK Honda Kejurda Balap motor Jatim 2016 sudah masuk putaran ke 4 minggu kemarin (28/8).  Gelaran berjalan sukses dan dihelat di dalam Stadion Minak Sopal Trenggalek, meski banyak sekali suara sumbang datang dari berbagai tim balap Jatim maupun nasional. Antara lain menanggapi seri kejurda balap motor kenapa harus didalam stadion yang sirkuitnya nyaris berputar searah jarum jam dan beberapa handy cap kurang bervarisasi, namun untuk menghabus kesan hanya berputar tadi Racing Committe membuatkan tikungan Chicane menjelang tikungan utama sebanyak 4 buah itu. Hasilnya cukup membuat para pebalap waspada dan sekaligus sebagai reduce speed. “ Sebenarnya seri ke 4 ini sedianya akan digelar di jantung kota Pare kabupaten Kediri, namun pihak kepolisian tidak memberi ijin dengan alasan hari minggu diterapkan Car free day “ jelas Agung Siswanto sebagai COC.

Kelas MP4

Hasil prestasi kejurda seri 4 ini ditandai dengan naiknya poin pebalap seeded Jatim Faisal ‘si doel’ Baharuddin dari Tulungagung poin 134 atas Idries SM asal pulau garam Madura poin 132. Meski kali ini Faisal berbalik memimpin klasemen sementara di katagori seeded, namun bukan berarti Si Doel terdepan. Karena pebalap tamu dari Jogjakarta Wawan Wello tim Ramadhika DHRT Samarinda memimpin baik di Mp1 maupun Mp2. Wan-Wel panggilan akrab Wello sukses mengasapi, Faisal, Tommy dan Sakti Andre yang nota bene mereka pebalap PON Jatim yang dijagokan. “ Penampilan Wello sempurna, motor lari kencang didukung berat badan yang kurang dari 50 kg dia bahkan bekerja baik disemua Chicane yang ada “ jelas Haris Barata juri lomba. Sedangkan katagori Pemula A masih dikuasai Bima SN dari Ponorogo poin 151, nama Feros Kuncir dari Lumajang hanya dibawah Bima dengan poin 140. Feros sebagai pebalap PON tersebut di seri ke 3 kemarin tidak kontribusi poin karena absen. Sementara itu di pemula B juga terjadi bertarungan antara pebalap tamu yakni Herjun asal Jateng berebut posisi terdepan lawan Candra Thole asal Lumajang. Sedangkan pemegang standing poin tertinggi kelas ini Ilzam FR asal Lamongan terpaksa digeser Jakfar asal Sampang Madura dengan selisih 3 poin saja.

Kelas MP1

 Menyinggung kelas MP1 Jatim masih edisi lama yakni Bebek 4 tak tune up 125 cc seeded juga menjadikan pekerjaan rumah bagi IMI Jatim. Jika di pemprov lain kelas Mp1 ini sudah memakai bebek 4 tak tune up 150 cc injeksi dan sudah menjadi bahan di kejurnas balap motor region 2 Jawa, lantas kapan Jatim bakal ikut serta mebuka kelas ini . “ Mudah mudahan Tahun depan Mp1 Jatim sudah memakai motor bebek 4 tak tune up 150 cc injeksi, permasalahannya ada para jumlah pebalap seeded semakin banyak namun motor yang dipakai masih maksimal 125 cc tune up, makanya tahun 2016 ini masih sosialisasi bebek 4 tak 150 cc standart terbuka BH8 sebagai pengenalannya, dan ini sudah dibuka semenjak seri awal kejurda  kemarin “ kata Bambang Haribowo Ketum IMI Jatim

kelas mp7

Bagi Bambang Haribowo sendiri patut berbangga di kejurda balap motor seri 4 ini. Pasalnya beberapa petinggi daerah se kabupaten Trenggalek hadir seperti Wabub Trenggalek, Dandim dan Kasdim 0806/Trenggalek, Wakapolres Trenggelek, dan sekaligus meminta doa restu dari tim balap motor Jatim yang bakal ikut PON XIX di Jawabarat besok pertengahan bulan September 2016. Dan ditandai dengan berfoto bersama di Podium MP2 bersama para pebalap PON Jatim.  “ Dengan hasil latihan terakhir kemarin disirkuit Sentul kita tim balap sudah menetapkan 6 pebalap yakni: Tommy Salim, Gerry Salim, Faisal Baharuddin, Andre Febry, M. Faeros dan Fatah Nur Ahsan, dan ini bakal di godog lagi dan hanya 4 pebalap yang berhak ikut di cabang olahraga balap motor PON XIX 2016 “ bilang Bambang Haribowo selaku Manager Tim Balap motor kontingen PON dari Jatim.

(IMI_Jatim)

aksi feros kuncir

Tommy Salim action

NOXC – Kejurda Offroad Jatim 2016 Seri 2

IMIJatim.or.id – Lumajang, Lanjutan Kejuaraan National Offroad eXtreme Challenge kembali digelar. Kali ini kota Lumajang dipilih sebagai tuan rumah untuk kejuaraan offroad ini, tepatnya di desa Umbul Jati – Kedung Jajang, Kabupaten Lumajang pada tanggal 13-15 Mei 2016. Kejuaraan offroad yang juga berlabel Kejurda Offroad Jatim 2016 kali diawali dengan registrasi peserta dan scruttineering yang dilaksanakan di pendopo alun-alun Kabupaten Lumajang. Sesi scrutt kali ini dilaksanakan dengan sangat ketat sesuai dengan regulasi yang tertera dalam buku lomba dimana faktor safety menjadi prioritas utama yang mana ada sekitar 5 tim yang dinyatakan tidak lolos scrutt sehingga tidak dapat mengikuti event kali ini. Akan tetapi mereka masih diberi kesempatan untuk memenuhi persyaratan dan melakukan scrut ulang dan tetap bisa mengikuti kejuaraan ini jika dinyatakan lolos.

 noxc-lumajang1

Track yang disajikan kali ini berbeda dengan seri sebelumnya dimana pada seri pertama yang berlangsung di kota Gresik lebih dominan dengan tanah kapur, sedangkan pada seri ke 2 ini , track yang dibuat oleh panitia adalah tanah liat dan berada di tengah perkebunan jati. Banyak variasi maupun tantangan di 6 SCS dimana di setiap SCS memaksa Driver dan Co Driver harus jeli membaca medan. Salah sedikit bukan tidak mungkin “klonthang” dan harus gagal finish, ditambah lagi sehari sebelum acara dimulai, track diguyur hujan lebat. Terbukti pada hari pertama, 2 dari 3 SCS yang disediakan menyebabkan 5 offroader gagal finish di 2 SCS yaitu SCS 1 dan SCS 3. Melihat hal ini, demi keselamatan dan kelancaran lomba, maka Pimpinan Lomba kali ini yaitu Asnan dari IOF harus merubah track pada 2 SCS tersebut. “Hujan lebat membuat kondisi track menjadi berbeda. Demi kelancaran perlombaan karena terbatasnya waktu, saya harus merubah track supaya tidak waktu terbuang untuk evakuasi peserta” ujar Pimpinan Lomba. Peserta yang gagal finish pada kedua SCS tersebut diperbolehkan mengulang setelah semua entri list pada tiap SCS tersebut sudah start semua.